Alfon Elnath Octaura

Selamat Datang di Blog ini.
Dalam Blog ini berisi Motivasi,Inspirasi,Kegiatan Workshop,Seminar.
"Kamu adalah alasan untuk orang lain tetap hidup, milikilah motivasi yang tinggi untuk meraih segala Impian kamu."
Silahkan di Subcribe, Kirim Email anda untuk mendapatkan Update Gratis.
Follow saya di Media Social
Fb : Alfon Elnath Octaura
Ig : @alfoneoctaura
Twitter : @StarAlfon
atau bisa langsung klik pada Social Plugin yang tersedia.

3 Cara Menghancurkan Mental Block

3 Cara Menghancurkan Mental Block

Mental Block merupakan hambatan terbesar seseorang dalam meraih kesuksesan yang tidak terlihat secara fisik tapi nyata adanya,  karena dia bersemayam dalam pikiran bawah sadar Anda.

Secara sederhana mental block dapat diartikan sebagai hambatan dalam pikiran yang menghambat seseorang dalam mencapai tujuan. Hambatan seperti ini dipengaruhi oleh banyak faktor, beberapa diantaranya adalah trauma masa lalu, doktrin atau nasihat dari lingkungan yang salah dan terjadi berulang kali sehingga menjadi suatu sistem kepercayaan (belief system) yang terbawa hingga dewasa.

Belief system dalam alam bawah sadar yang salah akan menyabotase kemampuan diri sehingga sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan walaupun telah sering mendapatkan dorongan yang kuat dari luar.

Manusia sebenarnya terlahir jenius. Anda bisa perhatikan anak kecil atau diri Anda sendiri saat masih kecil, setiap saat dan waktu Anda selalu tertarik dengan hal baru dan mencoba bertanya akan banyak hal yang ada di alam semesta ini.

Anda pun selalu merasa penasaran akan banyak hal sehingga barang apapun yang ada didekat Anda ingin Anda raih dan coba operasikan. Ya, Anda adalah orang yang jenius saat kecil. Sampai pada suatu hari orang tua atau keluarga Anda sering kali berkata “jangan” pada banyak hal yang ingin Anda coba. Saat terlalu sering berkata “jangan” lakukan ini, itu, dan lain lain, maka mulai muncul suatu kepercayaan dalam diri bahwa Anda bodoh dan tidak mampu untuk melakukan hal tersebut. Dan sayangnya hal itulah yang terbawa hingga Anda tua jika tidak dibenahi.

Akibatnya anak yang di didik seperti itu akan menjadi anak yang tidak percaya diri, minder, dan sulit mencoba hal-hal baru yang bisa membawanya pada kesuksesan. Saya memiliki cerita dari seorang teman bahwa pamannya di usia yang masuk ke kategori dewasa sulit mendapat pekerjaan, tidak bisa menggunakan motor, tidak bisa juga menggunakan mobil, padahal dia adalah pria.

Anda bisa bayangkan, pria yang menjadi pemimpin dalam keluarga tidak bisa berbuat banyak untuk keluarga. Ternyata setelah ditelusuri masa kecilnya terlalu dimanja dan orangtuanya selalu takut jika anak pria satu-satunya tersebut belajar menggunakan kendaraan. Ketakutan berlebih seperti ini yang biasanya membuat anak justru sulit untuk berkembang.

Ciri-ciri mental block adalah merasa diri ini tidak mampu dan tidak berdaya dalam melakukan sesuatu, sehingga tidak melakukan apa-apa dan memilih berada dalam zona nyaman sehingga mengubur jauh impiannya bahkan meskipun dia sebenarnya masih ingin meraihnya.

Mental block sering dianalogikan seperti tembok besar yang menghalangi sehingga seseorang sulit untuk menembusnya. Hal yang bisa dilakukan adalah merobohkan tembok tersebut.

Pernah ada seekor gajah besar yang dibawa oleh anak kecil dengan rantai kecil. Padahal gajah itu memiliki tubuh 10 kali lipat lebih besar dari anak kecil yang membawanya, tapi kenapa dia nurut saja dan tidak berusaha kabur?

Semua itu karena saat si gajah masih kecil, dia diikat menggunakan rantai kecil pada sebuah pohon. Setiap dia mencoba lari, rantai kecil itu semakin menjeratnya dan membuat tubuhnya sakit. Dari situlah belief system terbangun bahwa dia tidak akan pernah bisa kabur dari rantai kecil itu.

Pola pikir yang salah itu terbawa hingga besar. Sehingga rantai kecil itu sampai sekarang tetap menjerat sang gajah. Apakah Anda pernah seperti gajah itu?

Contoh lain,
Jika Anda pernah ditawarkan suatu peluang yang berupa tantangan tapi Anda menolaknya hanya karena diri Anda saat ini telah terjebak dalam zona nyaman. Maka Anda meruapakan salah satu orang yang memiliki mental block.

Seseorang yang memiliki mental block dapat dilihat dalam pola berpikir dan memandang masalah. Seseorang yang terbuka dan periang biasanya akan lebih mudah dalam mengembangkan dirinya. Sedangkan orang yang tertutup dan pendiam pendendam dan sering menyimpan masalah cenderung memiliki mental block yang kuat dalam dirinya.

Mungkin sekarang muncul pertanyaan dalam diri Anda, “Terus gimana dong menghilangkan mental block?”

Sebelum lanjut membaca, sandarkan dulu duduk Anda agar lebih rileks dan santai dalam membaca artikel ini.

Saya menerapkan pola yang akan saya share dibawah sehingga saya pribadi dapat merobohkan dinding mental block yang selama ini menghalangi. Jika saya bisa melakukannya, maka sudah pasti Anda pun bisa menerapkannya dalam kehidupan.



1. Berkomunikasi Dengan Banyak Orang

Salah satu pola yang saya terapkan dalam menghilangkan mental block adalah membuat diri lebih terbuka dengan orang lain. Anda bisa membuka obrolan dengan orang baru seperti satpam, tukang ketoprak, SPG, orang yang duduk di sebelah Anda, dan lain sebagainya.

Karena dengan pola ini, Anda telah menembus suatu ketakutan dan melatihnya sehingga menjadi kebiasaan. Bukankah berkenalan dengan orang baru dan mengajak berkomunikasi adalah suatu hal yang menyenangkan walaupun awalnya sulit?

Dengan membuat pola komunikasi ini Anda akan terbiasa untuk terbuka dan menembus ketakutan. Suatu hal yang akan mengikis mental block dalam diri Anda.

Tapi bagaimana jika tidak bisa memulai obrolan? PAKSAKAN!

Yup, paksakan sehingga itu menjadi suatu kebiasaan. Karena “tidak bisa” hanyalah kata-kata tanpa guna dan ulang instalasi program pikiran tersebut dengan kata “bisa.” Karena bisa atau tidak hanya ada dalam pikiran, semua hal bisa kita lakukan asalkan Anda “mau” melakukan.


2. Mengurangi Beban Masa Lalu

Mengubah sudut pandang tentang suatu hal yang telah terjadi di masa lalu, dan menerima sebagai episode yang pernah terjadi dalam hidup di masa lalu. Kemudian memutuskan untuk tidak terpengaruh dengan masa lalu dan tetap menjalankan kehidupan baru dengan lembaran yang baru. Proses pertumbuhan kesadaran seperti ini akan mengikis mental block secara pelan tapi pasti.


3. Mencoba hal baru

Jika Anda belum pernah pergi ke suatu tempat, maka cobalah pergi ke tempat tersebut dan rasakan perbedaan dari tempat baru itu. Sama halnya dengan suatu pengalaman baru, Anda tidak akan pernah tahu jika belum mencobanya.

Jika Anda mendapatkan suatu peluang yang menantang, ambil kesempatan tersebut. Karena hal tersebut akan otomatis mengikis dinding mental block yang menghalangi. Anda akan mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum Anda rasakan, rasa tersebut yang perlahan tapi pasti akan menghilangkan mental block dalam diri Anda.


By = Alfon Elnath Octaura

Post a Comment

0 Comments