Alfon Elnath Octaura

Selamat Datang di Blog ini.
Dalam Blog ini berisi Motivasi,Inspirasi,Kegiatan Workshop,Seminar.
"Kamu adalah alasan untuk orang lain tetap hidup, milikilah motivasi yang tinggi untuk meraih segala Impian kamu."
Silahkan di Subcribe, Kirim Email anda untuk mendapatkan Update Gratis.
Follow saya di Media Social
Fb : Alfon Elnath Octaura
Ig : @alfoneoctaura
Twitter : @StarAlfon
atau bisa langsung klik pada Social Plugin yang tersedia.

Kisah Kakek dan Sayuran

Ada seorang Kakek-kakek yang sudah tua berumur 70th namun masih terlihat sehat, ia membawa 1 buah kantung karung yang isinya adalah hasil panen sayurannya selama ini.
Kakek tersebut menuju sebuah tempat perusahaan untuk menanamkan hasil panennya sebagai investasi untuknya dan keluarganya kelak. ia menuju ke perusahaan tersebut dengan pintu yang tidak ia ketahui cara membukanya dan tidak ada yang membantunya untuk membuka pintu tersebut.
Setelah ia mampu untuk membukanya, ia langsung menuju ke resepsionis dan menanyakan bagaimana caranya sistem tanam uang di sini. lalu di arahkan kakek tersebut ke ruangan yang berisi banyak karyawan untuk dapat menjelaskan sistem yang di tanyakan kakek tersebut.
Ketika berada di ruangan yang di tuju kakek tersebut langsung mendapatkan pandangan merendahkan dirinya dari semua karyawan yang ada di ruangan tersebut. ia tidak menghiraukannya dan langsung menyapa dengan hangat salah 1 karyawan yang ada di sana.

"Selamat pagi, apakabarnya nak? apa kamu bisa menjelaskan bagaimana sistem tanam uang yang kalian miliki?"

Karyawan yang di tanya kakek tersebut tidaklah menjawab dan mengatakan ia sedang sibuk namun sambil memainkan HPnya saat bersamaan, kemudian sang kakek tersebut pindah ke tempat lain untuk menanyakan hal yang sama dan belum sempat ia bertanya sudah mendapatkan penolakkan dengan alasan dan perilaku yang sama.

Setelah mendapatkan 2x penolakkan ia akhirnya bertemu dengan pimpinan tempat itu, ia kemudian bertanya hal yang samaa kepada pimpinan itu dengan harapan akan mendapatkan penjelasan yang dibutuhkannya. tapi hal yang di harapkannya dari seorang pemimpin sangat bertolak belakang, ia mendapatkan tindakan yang cukup kasar, pimpinan itu berkata :

"Hai pak tua, apa yang kau cari di sini? kami tidak membutuhkan apa yang kamu tawarkan dan kami tidak memiliki waktu untuk orang dengan penampilan sepertimu, kau lihatlah karyawanku juga sedang sibuk semuanya dan tidak ada yang bisa membantu kamu saat ini! cepat keluar dari tempat ini dan cari tempat lain saja."

Kakek tersebut akhirnya keluar dan mencari tempat lain untuk menanamkan hasil panennya selama ini. ia berjalan dan terus berjalan dengan sendal jepitnya yang sudah hampir mau putus dan membawa karung yang berisi hasil panennya selama ini.
Ia akhirnya sampai pada tempat yang di tuju, kali ini kakek mendapatkan perilaku yang berbeda. saat ingin membuka pintu tempat perusahaan yang satu ini, ada yang membukakan untuk kakek tersebut dan pelayanan resepsionis ramah terhadap kakek yang membawa karung dan beralaskan sandal jepit yang sudah kusam.
Kakek bertanya kepada resepsionis tersebut "Selamat pagi nak, saya ingin mengetahui sistem tanam uang di tempat ini"?
Lalu reseptionis menjawabnya "Selamat pagi juga tuan, saya akan mengantarkan tuan untuk bertemu atasan saya langsung, silahkan lewat sini dan ikuti saya."
Sesampainya kakek ke ruangan pimpinan tersebut, kakek menanyakan hal yang sama "Selamat pagi nak, saya ingin mengetahui sistem tanam uang di tempat ini, bisakah kamu menjelaskannya kepada saya"?
Pimpinan tersebut kemudian menjawabnya dengan tegas dan lugas, kemudian bertanya tentang penjelasan yang sudah di berikan. "Apakah tuan mengerti apa yang saya jelaskan?"
"Sedikit banyak saya mengerti" jawab kakek.
Kemudian pimpinan tersebut bertanya, "apakah yang hendak tuan tanamkan kepada peruahaan kami?"
Kakek menjawab sambil mengangkat karungnya "Ini nak yang saya tanamkan untuk perusahaan ini, ini semua hasil panen saya selama 4-5 tahun ini." smbil mengeluarkan isi yang ada di dalam karung yang berisi sayuran-sayuran berupa kol, tomat, kacang panjang dll.

Pimpinan perusahaan ini sangatlah terjekut beserta resepsionis yang masih berada di sana dan ketika respsionis ingin menolaknya dengan halus, pimpinan tersebut menahannya dan menjelaskan sekaligus bertanya kepada kakek tersebut.:

"Tuan, di tempat ini dan penenaman uang tidak bisa berupa barang dan harus dalam bentuk sejumlah uang, karena tuan sangat ingin menanamkan hasil usaha tuan ini, bagaimana kalo saya beli semua hasil sayuran ini. berapa tuan menjual untuk semua ini?"
Kakek menjawab : "ini semua kalo aku jual ke pasar bisa mencapai Rp.500.000,-"

Pimpinan kemudian berkata : 

 "baik Tuan, saya akan membeli ini 700rb dan Tuan bisa pergunakan uang lebinya untuk sebagai modal di ladang kembali, dan uang permodalan yang Tuan percayakan kepada kami akan kami jaga dan kami kelola sebaik mungkin karena ini adalah tugas kewajiban kami."

Tiba-tiba kakek tersebut tertawa dan berkata : 

"hahahaha... Nak, tempat ini sungguh bisa di percaya, sebelum saya ke sini tadi saya ketempat lain dan saya mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, di remehkan, di hina karena saya seorang petani dan saya berpakaian lusuh seperti ini dengan membawa karung berisi sayur-sayuran daari hasil panen di ladang, coba lihat dan bukalah sayur-sayuran itu semua."

Pimpinan dan resepsionis tersebut heran dan tidak mengetahui maksud dari kakek tersebut apa? tapi mereka menjalankan perintah kakek tersebut dan mereka kaget setelah membuka isi dari bauh-buahan tersebut yang isinya adalah uang semuanya.
Kakek berkata :

"Yah, ini adalah hasil panenku selama 4-5 tahun terakhir ini, uang ini jumlahnya 2 Milyar Rupiah dan aku masukkan ke dalam sayur-sayuran semuanya karena aku khawatir ada yang mencurinya ketika aku berjalan dari rumahku di desa menuju kota di sini, aku percaya kepada kalian karena kalian punya pelayanan sungguh baik dan ramah dan aku tanam uangku di sini semua, tolong di jaga uang ini."

Pimpinan dan respsionis merasa terkejut sekaligus senang karena sudah di percayakan untuk menanamkan uang kakek tersebut yang jumlahnya sangat besar untuk mereka kelola. Lalu sang kakek tanda tangan kerjasama dan pulang ke rumahnya di desa dengan hati yang tenang.
Pembaca yang budiman dalam dunia bisnis, tidak lepas dari ranah service dan service yang baik kepada costumer merupakan hal yang penting untuk di terapkan karena itu merupakan standart dan cerminan dari perusahaan tersebut.



Pembaca yang budiman, nilai lain yang bisa kita ambil bersama adalah jangan mudah menilai orang lain dari fisiknya atau tampilannya saja tapi juga harus dengan penilaian secara menyeluruh, seperti mengetahui kesehariannya, bagaimana ia mendapatkannya dan yang lebih penting lagi niat dan tujuannya itu apa.

Cover buku memang penting untuk menarik peminat tapi jika isi dalam tersebut tidaklah baik maka cover itu hanya akan menjadi sebuah cover yang tidak memiliki nilai begitupun dengan diri kita sebagai manusia.

Yuk kita berfikir positif dan tidak mudah menilai segala sesuatunya dengan tergesa-gesa tanpa rasa curiga. berbaik sangka kepada Tuhan akan Tuhan balas juga dengan prasangka baik untuk kita.

Post a Comment

0 Comments